Sunday, June 10, 2007

Gimana donk kalo ga punya budaya?!??!?

Sedari dulu budaya selalu menjadi bagian dari aktivitas komunikasi, tetapi dulu sempat ada jamannya bahwa internasional jauh lebih keren dan bonafit dibandingkan lokal. Tapi sekarang ini penghargaan terhadap budaya lokal sepertinya lebih diperhatikan. Sebut saja Kedaulatan Rakyat (Yogyakarta) dan Suara Merdeka (Jawa Tengah) yang sangat getol berkomunikasi dengan caranya sendiri (baca:kedaerahan). Berbagai pola pikir dan kebiasaan masyarakat menjadi ide dasar penyampaian informasi dan perluasan image yang ingin ditampilkan. Hal ini sungguh baik adanya dan memicu daerah lain untuk juga menghargai budaya lokal. Tapi bagaimana dengan Jakarta? Apa budaya betawi masih diakui sebagai budayanya Jakarta? Lantaran penduduk betawi di Jakarta sekarang tinggal 0,00 sekian persen?!??!!?

Budaya muncul dari masyarakat daerahnya sendiri, beruntunglah Yogyakarta, Surabaya, atau bahkan Bandung masih memiliki satu budaya yang kental. Lantaran Jakarta, bad to say that Jakarta has no culture. Di Jakarta semua orang dari segala daerah ada. Dan semuanya tidak dalam jumlah yang banyak atau sedikit, benar-benar campuran budaya.. campuran orang.. campuran kebiasaan dan tidak punya identitas. Siapa yang mau dipersalahkan? Bapak yang sebentar lagi lengser? Atau masyarakat betawi yang hilang entah kemana? Ya tidak ada yang bisa dipersalahkan. Jakarta telah menciptakan budaya barunya sekarang. Budaya itu bernama apa, saya sendiri belum benari untuk mengkategorikannya. Tapi masuknya budaya internasional sungguh tidak dapat dibendung, saya rasa kata yang cocok : budaya konsumerisme. Karena di sana sepertinya individu diperbudak oleh produk. Produk-produk yang pandai untuk mengambil hati banyak orang. Satu wacana lagi untuk dipikirkan terutama bagi mereka yang merasa menjadi penduduk Jakarta, apa yang unik dan unggul adalah yang mampu dijadikan sebagai the point of sales sebuah daerah. Maaf, kali ini saya tidak bisa membantu, karena saya sudah memutuskan untuk hengkang dari kota metropolitan yang kanibal itu.. selamat mencari jati diri Jakarta!!

Stef_

0 Comments:

Post a Comment

<< Home