THE BRANDWASH
Satu hal yang saya inget dari branding adalah gimana caranya menanamkan suatu brand ke dalam otak konsumen. Caranya? Macem-macem pastinya, but sure thing it’s related to each other…misalnya kemasan produk ok tapi publikasi nol is useless, tapi kalo publikasi udah pol-pol an tapi produk tidak sesuai dengan yg dipublikasikan ya sama juga boong =p. jadi faktor-faktor yg ada emang harus nge-back up satu sama lain. It’s quite simple really, bahkan bisa pake analogi our miserable yet cheerful daily life hehe. Nah anggap this brand-wash (um,brainwash?;D) process similar with our very own puberty phase where we desperately want this guy/girl to know us. Anggaplah posisi sebuah perusahaan branding itu sendiri sebagai ‘mak comblangnya’.
Mak comblanglah yg cari tau apa yg ‘target’ suka, dari hobi, musik, kebiasaan, makanan favorit, jumlah jempolnya (lho?!) dll dst dkk. Nah kalau udah gitu ‘klien’ biasanya langsung siap-siap sok cari perhatian..(hayo ngaku,..zaman SMP kayaknya semua orang ngalamin deh hehehe ;D). Sekarang setelah semua info dah ada di tangan, gimana caranya our client’s packaging bisa menarik –at least sedikit- perhatian di awal…kalo mo lebih dahsyat ya sejalan dengan publikasi. Analoginya, kalo dari info yg didapet nih misalnya cewek ini suka ama cowo pinter yg berwawasan luas, ya try your best to make her believe it. Sebarin ke temen2nya gimana klien lo hobi banget ke perpustakaan, sering menang lomba debat(menang nawar di pasar juga boleh masuk itungan ;p hehe), IPK di atas 3, kemana-mana bawa buku, dll. Tapi ya itu, sekali lagi publikasi harus sesuai ama ‘produk’. Orang susah percaya dong kalo dibilangin nih cowo katanya smart tapi ditanya topik berita yg lagi rame cuma mesem2 aja..
Intinya find your target, get all kind information you can get about them (what they like & dislike) then ..voila! it’s your turn to move now. Data yg ada diolah, diproses sampai keluar output berbagai alternative cara dalam mengakomodasi poin poin (fakta) yg udah ada. Istilahnya sekarang gimana cara PDKT yg efektif? Gimana caranya supaya kalau –misalnya- cowok itu bareng temen2nya lagi ngobrolin siapa cewek yg paling ok & ..YOUR CLIENT’S NAME is the first thing that crosses his mind?
Kira-kira itulah esensi dari branding yang saya dapet, ‘How to make one brand become the first thing that crosses people’s head’ . Namun untuk ‘diinget’ memang ga selalu terbatas pada usaha yg ‘bagus-bagus’aja sih,..kadang ada juga yg nggak beruntung diinget karena imej, kemasan, penyampaiannya (dalam hal ini, iklan) justru tidak sempurna atau malah berlebihan. =p Contoh sederhana, sadar ga kalo kita benci pada satu lagu, justru lagu itu akan ‘bersemayam’ di otak kita & pada satu kesempatan, ga sadar justru kita malah bersenandung lagu tersebut??.
Trik psikologis ini juga berpengaruh lho. Suatu brand bisa jadi akan dikenal karena implikasi kontradiksi (halah) tersebut. Mungkin kita tahu iklan-iklan dengan metode pengulangan berkali-kali dalam satu kali slot, yg kalo dipikir2 sangat annoying tapi justru kita jadi terus inget (minimal produknya) bahkan tagline dari iklan tersebut jadi idiom sehari-hari. (berapa lapis?..ratusan!!! =D) Tapi siapa sih yg mau diinget karena ketidaksempurnaannya? well disitulah tugas branding company untuk selalu mengkomunikasikan brand sebagaimana mestinya…u can call it a full time matchmaker! =D
Atri
AnakMagangnya
CreasionBrand
Wednesday, December 20, 2006
About Me
- Name: creasionbrand
- Location: Bandung and Jakarta, West Java, Indonesia
Previous Posts
- if you don't have a dream, how do you know when yo...
- If u can sell to a woman, u can sell to anyone!Sat...
- Ngobrol Singkat soal BrandBrand, apa sih sebenarny...
- Bocah Gendeng dan SegmentasiSaat lagi santai menik...
- POCARI dan adik angkat baru nya MARIDi sebuah sore...
- The Love of DoveMelanjutkan diskusi ngelantur sing...
- Cewe itu bernama Brandi.ngDear brandi.ng,Sejujurny...
- Manusia itu SulitTadi ketika asyik ngobrol melepas...
- Inovation…Inovation!!! More..More…More!!!“ Aneh y...
- Semarak budaya lokal dalam industri hospitality Si...

0 Comments:
Post a Comment
<< Home